5 Kesalahan Menyikat Gigi yang Sering Terjadi

5 Kesalahan Menyikat Gigi yang Sering Terjadi

Eurasiandialogue РMenyikat gigi adalah rutinitas sehari-hari yang mustahil, tidak perlu dipikirkan, cukup sikat, bilas, buang. Lagi pula, Anda sudah terbiasa sejak kecil, bukan? Meski rutin dilakukan dua kali sehari, sayangnya masih banyak orang yang salah dalam menyikat gigi.

 

Kesalahan saat menyikat gigi yang sering Anda lakukan

Berbagai kesalahan saat menyikat gigi justru membuka lebih banyak peluang bagi bakteri untuk hidup dan berkembang biak di rongga mulut. Kondisi ini tentunya dapat memicu berbagai masalah kesehatan gigi dan mulut. Nah, di bawah ini adalah teknik menyikat gigi yang tidak tepat dan beberapa kebiasaan buruk yang harus Anda hindari.

 

  1. Sikat gigi Anda sangat sedikit

Tahukah Anda bahwa menyikat gigi yang benar membutuhkan setidaknya dua menit? Kebanyakan orang dewasa tanpa sadar melakukan ini dengan sangat cepat, bahkan dalam waktu kurang dari satu menit.

 

Untuk mencapai waktu yang disarankan, coba gunakan stopwatch. Selain itu, Anda juga bisa menggunakan sikat gigi elektrik dengan built-in alarm yang berbunyi saat Anda selesai menyikat gigi selama dua menit. Richard H. Price, DMD, penasihat konsumen untuk American Dental Association, menyarankan untuk membagi mulut Anda menjadi empat area dan menghabiskan 30 detik untuk masing-masing area.

 

  1. Sikat gigi terlalu keras

Jika Anda menyikat gigi hampir sekeras saat menggosok kerak lengket di bagian belakang panci, Anda membahayakan gigi Anda. Pencucian yang kuat menunjukkan bahwa Anda telah berhasil menghilangkan semua plak dan sisa makanan yang menempel.

 

Faktanya, menyikat gigi terlalu keras dapat memberi banyak tekanan pada jaringan gusi Anda, menyebabkan gusi Anda melorot dan mengendur, memperlihatkan beberapa akar gigi Anda. Plak memiliki tekstur yang lengket namun halus, sehingga Anda tidak perlu terlalu memaksakan diri setiap kali menyikat gigi.

 

Juga, tidak perlu menyikat gigi lebih dari tiga kali sehari. Menyikat gigi terlalu sering dapat mengikis email, atau lapisan luar, gigi dan merusak gusi.

 

  1. Sikat gigi sembarangan

Menyikat gigi secara lurus dan maju mundur seperti sedang menyetrika bukanlah cara terbaik untuk membersihkan gigi secara optimal. Fokuskan pembersihan mendalam Anda pada setiap area gigi Anda, berikan perhatian khusus pada gusi, geraham, dan area dalam yang sulit diakses.

 

Perhatikan juga area di sekitar tambalan, mahkota, atau area perbaikan gigi lainnya yang Anda miliki.

https://www.minamidiamondring.com/2271/cara-menghilangkan-karang-gigi-yang-membandel-secara-alami-dan-cepat.html

 

  1. Berkumurlah dengan cepat

Setelah menyikat gigi, keluarkan busa berlebih tetapi jangan langsung membilas mulut setelahnya. Berkumur setelah menyikat menghilangkan sisa konsentrasi fluoride dari busa pasta gigi, mengencerkannya dan mengurangi efek pasta gigi. Padahal, fluoride sangat penting dalam proses remineralisasi lapisan email dan dalam mengurangi tingkat keasaman di rongga mulut.

 

Diamkan beberapa saat sebelum Anda dapat membilas gigi dengan air. Beberapa ahli juga merekomendasikan berkumur dengan air hangat, terutama jika Anda rentan terhadap masalah sensitivitas gigi akibat air dingin.

 

  1. Sikat gigi segera setelah makan

Jangan langsung menyikat gigi setelah makan atau minum makanan yang asam, selalu tunggu minimal 30 menit. Penelitian menunjukkan bahwa menyikat gigi terlalu cepat setelah makan dan minum dapat memiliki lebih banyak efek negatif pada kesehatan gigi. Jika Anda pernah mengonsumsi makanan atau minuman yang bersifat asam, sebaiknya hindari menyikat gigi setidaknya selama 30 menit.

 

Makanan yang mengandung asam sitrat, seperti jeruk atau lemon, dapat melemahkan email gigi. Senyawa asam akan menyerang gigi, mengikis email dan lapisan di bawahnya yang disebut dentin. Akibatnya, menyikat gigi bisa mempercepat proses erosi.